Pokok-Pokok Pengakderan HPMM




1.    Ketentuan Umum
Dalam rangaka memahami pengkaderan secara lebih konfrehensif dan terpadu, maka perlu memahami mengenai pengertian (ketentuan umum) tentang pokok-pokok perkaderan, sebagai berikut:

1.    Kader
        Kader adalah anggota HPMM yang telah melewati prosesi perkaderan HPMM secara bersungguh-sungguh sehingga memiliki kemampuan, kesadaran, dan komitmen moral dala memperjuangkan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera dalam keridhoan Allah SWT. Kader HPMM diharapkan memiliki kualifikasi sosiologis sebagai berikut:
  •  Sebagai pribadi, kader HPMM adalah hamba Allah yang beriman dan bertaqwa kepada    AllahSWT,    memiliki pribadi yang paripurna dan mentalitas yang mantap
  • Sebagai pemuda, kader HPMM adalah sosok manusia yang militan dan memiliki kepekaan   sosial yang tinggi yang senantiasa menjadi pelopor Amar Ma’ruf Nahi Muungkar dalam masyarakatnya.
  • Sebagai warga masyarakat Massenrengpulu, kader HPMM merupakan warna masyarakat Massenrengpulu yang selalu peduli dan peka terhadap aspirasi masyarakat messenrengpulu, memiliki solidaritas yang tinggi dan senantiasa berpartisipasi aktif dalam dinamika masyarakat Massenrengpulu.
  • Sebagai Pelajar dan Mahasiswa, kader HPMM addalah orang yang berpendidikan dan memiliki jiwa dan kemampuan intelektual sebagai bekal dalam melakukan transpormasi sosial di bumi Massenrengpulu dan gerakan mahasiswa pada umumnya.
  • Sebagai Pemimpin, kader HPMM adalah sosok figur yang memiliki kemampuan untuk emimpin organisasi khususnya dan komunits sosial pada umumnya dengan berlandaskan pada sifat amanah , adil, jujur, dan benar serta penyeruh, pengayom dan panutan bagi lingkungan sosial yang dipimpinnya.
2.    Perkaderan
      Perkaderan adalah usaha organisasi secara sistematis untuk mensosialisasikan dan mengamalkan nilai-nilai yang dianut dalam organisasi serta mengaktualkan potensi kader sehingga mempercepat tercapainya tujuan organisasi.

3.    Sistem Perkaderan
     Sistem pengkaderan adalah keseluruhan komponen perkaderan yang saling memiliki keterkaitan fungsional, dilaksanakan secara konsisten dan sistemaatis sesuai dengan pedoman perkaderan HPMM.

4.    Manajemen Perkaderan
     Manajemen Perkaderan adalah prose pengelolaan sumber daya kader dan sumber daya organisasi secara sistematis, sinergis dan berkelanjutan dalam rangka mencapai tujuan perkaderan dan tujuan HPMM secara umum.

5.    Mekanisme Perkaderan
Mekanisme perkaderan adalah proses yan harus dilalui secara bertahap dalam melakukan perkaderan untuk mencapai tujuan perkaderan khususnya dan tujuan HPMM secara umum.


2.    Tujuan Pengkaderan

Tujuan perkaderan HPMM adalah menciptakan kader-lader yang berkualitas dan memiliki kemauan dan kemampuan mengemban amanah kemanusiaan dalam rangka memperjuangkan tegaknya misi islam dan terwujudnya tatanan masyarakat Massenrengpulu yang adil dan sejahtera dalam keridhoan Allah SWT secara khusus dan umat manusia pada umumnya.

3.    Asas Pengkaderan
Asas perkaderan adalah prinsip-prinsip yang menjiwai semangat pelaksanaan perkaderan. Beberapa asas yang harus dikembangkan dalam perkaderan HPMM adalah:
  •     Asas ketaqwaan, artinya bahwa perkaderan harus mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan setiap pribadi kader.
  • Asas Perjuangan, artinya bahwa perkaderan itu harus merupakan menivestasi dari perjuangan untuk menujukeadaan yang lebih baik.
  • Asas Keumatan, artinya bahwa perkaderan itu harus dapat memberi manfaat langsung ataupun tidak langsung terhadap peningkatan kehidupan umat.
  • Asas kesinambungan, artinya bahwa perkaderan itu harus mampu memproses secara terus-menerus tidak terbatas pada dimensi ruang dan waktu, sekaligus mampu menopang kesimnambungan perjuangan organisasi khususnya dan perjuangan umat islam pada umumnya.
  • Asas Kemandirian, artinya bahwa perkaderan itu mencipttakan kondisi yang dinamis untuk melahirkan kader-kader yang mandiri dalam bersikap, berfikir dan memutuskan masalah pribadi dan kelembagaan.
  • Asas Kemassenrengpuluan dan Persaudaraan, artinya bahwa perkaderan harus mampu menumbuhkan semangat Kemassenrengpuluan dalam diri setiap kader dan kelembagaan yang diikat dengan semangat persaudaraan dan kekeluargaan.
  • Asas Pemecahan Masalah, artinya bahwa perkaderan itu harus mempu memberikan kerangka analitik, pendekatan pemecahan masalah secara rasional, efektif dan efisien.
  • Asas Keteladanan, artinya bahwa perkaderan itu harus memperlihatkan aspek-aspek keteladanan sebagai faktor penting dalam proses perkaderan.
4.    Fungsi Pengkaderan
Perkaderan HPMM memiliki fungsi sebagai motor penggerak organisasi yang menjiwai dan mendorong lahirnya usaha-usaha yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan menuju kearah tercapainya tujuan organisasi. Dengan demikian fungsi perkaderan dituntut untuk dapat melahirkan kondisi-kondisi sebagai berikut:
  • Kesinambungan dan peningkatan kualitas perjuangan  misi islam.
  • Kesinambungan dan kedinamisan kepemimpinan HPMM.
  • Kesinambungan eksistensi HPMM dan peningkatan peran-peran personal kader dan kelembagaan dalam dinamika masyarakat Massenrengpulu secara khusus.
  • Konsistensi pemahaman perjuangan HPMM.
5.    Muatan Perkaderan
    Muatan perkaderan adalah semangat atau isi yang perlu diinternalisasikan, disosialisasikan, dan dikembangkan dalam setiap perkaderan sesuai dengan proforsinya. Muatan perkaderan ini merupakan arahan strategis sebagai derivasu daru tujuan perkaderan itu sendiri. Muatan perkaderan ini dijabarkan kedalam tema-tema, baik yang bersifat teoritis maupun praktis, dapat dikembangken secara kreatif sesuai dengan jenjang perrkaderan. Karenanya muatan ini tidak bersifat membatasi, tetapi justru memberikan arahan dalam pengembangan sumber daya keder untuk menuju kualitas kader cita yang holistik. Beberapa muatan parkaderan yang dimaksud adalah:

1.    Muatam Ideologi
Muatan ini berisi nilai-niali universal seperti kedilan, kemanusiaan, persaudaraan, kebebasan, kasih sayang, kearifan dan sebagainya yang semuanya itumerupakan nilai-nilai dasar pesan ajaran islam. Muatan ideolgis ini menjadi peletak dasar bagi pengembangan berbagai aspek kehidupan lainnya, termasuk asumsi dasar mengenai Allah SWT, alam semesta, manusia, hari akhir dan seterusnya.

2.    Muatan Kepribadian
Muatan ini berisi beberapa aspek yang akan membentuk kepribbadian kader seperti sikap, mentalitas intelektual, kebiasaan dan sebagainya.

3.    Muatan Efistemologi
Muatan efistemologi berisi tentang kaidah-kaidah sains sebagai muatan yang memberikan landasan keilmuan bagi kader. Dengan demikian kader HPMM diharapkan mmemiliki kerangka analisis yang jelas dan tepat dalam menyikapi dan mencari solusi atas berbagai problematika sosial yang ada. Sehingga diharapkan kader-kader HPMM mampu bersikap, berfikir dan berperilaku saintifik serta mampu mengembangkan potensi intelektual yang dimilikinya.

4.    Muatan Sosiologi-Politis
Muatan sosiologis-Politik berisi seputar berbagai persoalan sosial, budaya, politik, ekonomi, sejarah dan budaya. Dengan demikian diharapkan kader-kader HPMM memiliki kemampuan dalam memberikan pandangannya dan tawaran solusi atas problematika sosial-politik yang sedang dihadapi secara konprehensif dan holistic.

5.    Muatan Oganisatoris
Muatan organisatoris berisis berbagai aspek yang berkaitan dengan seluk-beluk keorganisasian HPMM, misalnya menyangkut perkembangan dan peran-peran kesejahteraan pergerakannya, dinamika organisasinya, konstitusinya, perkaderannya, dan lain-lain. Dengan pemahaman muatan ini maka kader HPMM diproyeksikan memiliki sense of belonging dan memiliki kesaran penuh untuk berjuang melalui HPMM.

6.    Muatan Skil Profesionalitas
Muatan ini berisi pengetahuan praktis yang bersifat strategis ataupun teknis yang mempu membekali kader guna mengembangkan profesi secara professional yang berdaya bagi pengembangan organisasi dan masa depan pribadi kader.


Sumber:Dokumen HPMM Kom.UNHAS



Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment